Rabu, 22 Januari 2014

TEKNIK RADIOGRAFI FACIAL BONE

Facial bones

Facial bones terdiri dari banyak tulang – tulang penyusunnya, diantaranya tulang nasal, lakrimal, maxilla, zygoma, dan mandibula, adapun untuk menggambarkan kelima tulang penyusun facial bones itu terbagi menjadi tiga metode pemeriksaan yaitu : facial bones proyeksi lateral, oblik, dan proyeksi parietoachantial (reverse waters).
1.     Facial bones proyeksi lateral
·        Ukuran film 18x24 memanjang.
·        Posisi pasien :
-         Posisikan pasien dalam posisi semiprone atau duduk oblique diatas grid vertical
-         Letakkan tangan dalam posisi yang nyaman dan atur bahu agar berada pada garis horizontal yang sama.
·           Posisi objek :
-         Atur kepala hingga garis IPL tegak lurus film
-      Fleksikan leher sehingga garis OML parallel dengan sumbu film
-      Letakkan sandbag dibawah andibula supaya tidak terjadi rotasi.
-          Pusatkan kaset pada pertengahan tulang zygomaticum.
-         Kepala immobilisasi.
·        Central Ray : arahkan sinar tegak lurus ke pertengahan film menembus permukaan lateral tulang zygomaticum.
·        Central point : pertengahan os zygomaticum
·        Struktur gambaran : gambaran lateral kepala dengan sisi kanan dan kiri superposisi.
·        Criteria evaluasi : facial bones tampak jelas dari aspek lateral, tulang zygomaticum berada di pertengahan film, ramus mandibula benar-benar superposisi, bagian atas orbita superposisi, tidak ada perputaran sella tursica.


2.     Facial bones proyeksi oblque
·        Ukuran film 18x24 memanjang.
·        Posisi pasien :
-         Posisikan pasien dalam posisi semiprone atau duduk depan grid vertical
-         RAO/LAO
·           Posisi objek :
-         Sandarkan kepala pada posisi lateral dengan tulang zygomaticum (pipi,hidung,dagu) menempel pada kaset
-      MSP kepala diposisikan 53⁰ terhadap meja pemeriksaan (bidang film) dengan menggunakan alat bantu penyudutan..
-       AML tegak lurus bidang film
·        Central Ray : arahkan sinar tegak lurus menembus  IOML yang dekat film
·        Central point : pertengahan IOML yang menempel pada film.
·        Struktur gambaran : gambaran proyeksi oblique tulang wajah, kedua sisi diperiksa untuk perbandingan.
·        Criteria evaluasi : semua tulang tercakup, kedua sisi tidak superposisidengan sisi yang berlawanan.



3.     Facial bones proyeksi parietoachantial (metode reverse waters)
·        Ukuran film 18x24 memanjang.
·        Posisi pasien :
-         Posisikan pasien dalam posisi prone atau duduk tegak, kemudian MSP tubuh pada garis tengah film.
-         Letakkan tangan dalam posisi yang nyaman dan atur bahu agar berada pada bidang  yang sama.
·           Posisi objek :
-      Pusatkan MSP kepala ke garis tengah grid dan sandarkan ujung dagu yang diekstensikan. Rata-rata hidung  dijauhkan ¾ inch (2cm) dari grid.
-      Ekstensikan leher sehingga orbitomeatal lines membentuk sudut 37⁰ dengan bidang film.
-      Atur kepala sehingga MSP tegak lurus bidang film
-          Pertengahan setinggi acanthion.
·        Central Ray : arahkan sinar tegak lurus ke pertengahan film menembus permukaan lateral tulang zygomaticum.
·        Central point : tegak lurus pertengahan acanthion
·        Struktur gambaran : metode waters memperlihatkan lengkungan orbita maxilla dan zygomaticum

·        Criteria evaluasi : jarak antara batas lateral tengkorak cranium dan orbita sama masing-masing sisi, daerah petrous diproyeksikan dibawah maxilla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar